19 Des 2019

Melihat Tuhan Memelihara Umat Manusia dari Lingkungan Hidup Dasar yang Tuhan Ciptakan untuk Umat Manusia

Sang Pencipta, Pekerjaan Tuhanm, Kasih Tuhan,
Firman Tuhan Melihat Tuhan Memelihara Umat Manusia dari Lingkungan Hidup Dasar yang Tuhan Ciptakan untuk Umat Manusia

Dapatkah engkau memahami bagaimana Tuhan mencukupi umat manusia dari cara Dia menangani kelima kondisi dasar bagi kelangsungan hidup manusia ini? (Ya.) Ini berarti Tuhan menciptakan kondisi paling mendasar demi kelangsungan hidup manusia. Pada saat yang bersamaan, Tuhan juga sekaligus mengelola dan mengendalikan semua hal ini dan bahkan sekarang pun setelah manusia ada selama ribuan tahun, Tuhan masih terus mengubah lingkungan hidup mereka, menyediakan lingkungan hidup terbaik dan paling cocok bagi umat manusia sehingga hidup mereka dapat terpelihara dengan normal. Sampai kapankah hal ini akan terpelihara? Dengan kata lain, berapa lama Tuhan akan terus menyediakan lingkungan demikian? Sampai Tuhan menyelesaikan pekerjaan pengelolaan-Nya secara menyeluruh. Kemudian, Tuhan akan mengubah lingkungan hidup manusia. Itu dapat melalui metode-metode yang sama, atau dapat juga melalui metode yang berbeda, namun hal yang perlu orang ketahui sekarang adalah bahwa Tuhan terus menerus menyediakan kebutuhan-kebutuhan umat manusia, mengelola lingkungan hidup manusia, serta menjaga, melindungi dan memelihara lingkungan hidup manusia. Karena lingkungan seperti itulah umat pilihan Tuhan mampu hidup secara normal seperti ini dan menerima keselamatan, hajaran, dan penghakiman Tuhan. Segala sesuatu terus ada karena aturan-aturan Tuhan, sementara semua umat manusia terus maju karena penyediaan Tuhan dengan cara ini.

Apakah bagian yang baru Aku sampaikan ini membuat engkau semua memikirkan hal baru? Apakah engkau semua sekarang merasakan perbedaan terbesar antara Tuhan dan umat manusia? Jadi, siapakah penguasa segala sesuatu? Apakah manusia? (Bukan.) Lalu, tahukah engkau apa perbedaan antara bagaimana Tuhan dan manusia dalam menangani segala sesuatu? (Tuhan memerintah dan mengatur segala sesuatu, sementara manusia menikmati semuanya.) Apakah engkau semua setuju dengan perkataan ini? (Ya.) Perbedaan terbesar antara Tuhan dan umat manusia adalah bahwa Tuhan memerintah segala sesuatu dan menyediakan segalanya. Tuhan adalah sumber dari segala sesuatu, dan umat manusia menikmati segala sesuatu sementara Tuhan menyediakannya. Itu artinya, manusia menikmati segala sesuatu ketika dia menerima hidup yang Tuhan anugerahkan atas segala sesuatu. Umat manusia menikmati hasil dari penciptaan Tuhan atas segala sesuatu, di mana Tuhan adalah Sang Penguasa. Lalu dari sudut pandang segala sesuatu, apakah perbedaan antara Tuhan dan manusia? Tuhan dapat melihat pola pertumbuhan segala sesuatu dengan jelas, serta mengendalikan dan menguasai pola pertumbuhan segala sesuatu. Artinya, segala sesuatu ada di mata Tuhan dan berada dalam cakupan pengawasan-Nya. Dapatkah manusia melihat segala sesuatu? Apa yang dilihat manusia terbatas. Engkau tidak dapat menyebutnya “segala sesuatu”, itu hanyalah apa yang mereka lihat di depan mata mereka. Jika engkau mendaki gunung ini, yang engkau lihat adalah gunung ini. Engkau tidak dapat melihat apa yang ada di balik gunung itu. Jika engkau pergi ke pantai, engkau dapat melihat sisi lain lautan yang ini, tetapi engkau tidak tahu sisi lautan yang lain itu seperti apa. Jika engkau tiba di hutan ini, engkau dapat melihat tanaman yang di depan matamu dan di sekelilingmu, namun engkau tidak dapat melihat lebih jauh ke depan. Manusia tidak dapat melihat tempat-tempat yang lebih tinggi, lebih jauh, dan lebih dalam. Mereka hanya dapat melihat apa yang ada di depan mata mereka. Bahkan meskipun manusia mengetahui pola empat musim dalam setahun dan pola pertumbuhan segala sesuatu, mereka tidak mampu mengelola atau menguasai segala sesuatu. Sebaliknya, cara Tuhan melihat segala sesuatu adalah seperti cara Tuhan melihat sebuah mesin yang Dia bangun sendiri. Dia akan mengenal tiap-tiap komponen dengan sangat baik. Apa prinsip-prinsip mesin tersebut, apa polanya, apa tujuannya, Tuhan mengenal semua hal ini secara sungguh-sungguh dan dengan jelas. Oleh karena itu Tuhan adalah Tuhan, dan manusia adalah manusia! Bahkan jika manusia terus meneliti ilmu pengetahuan dan hukum segala sesuatu, itu hanya dalam jangkauan terbatas, sedangkan Tuhan mengendalikan segala sesuatu. Hal ini bagi manusia tidak terbatas. Jika manusia meneliti sesuatu sangat kecil yang Tuhan perbuat, mereka dapat menghabiskan seluruh hidup mereka untuk meneliti hal itu tanpa mencapai satu pun hasil yang benar. Karena itulah jika engkau memanfaatkan ilmu pengetahuan dan apa yang telah engkau pelajari untuk belajar tentang Tuhan, engkau tidak akan pernah mampu untuk mengetahui atau memahami Tuhan. Namun jika engkau menggunakan cara untuk mencari kebenaran dan mencari Tuhan, dan memandang Tuhan dari sudut pandang mengenal Tuhan, maka suatu hari engkau akan mengakui bahwa perbuatan-perbuatan dan hikmat Tuhan ada di mana-mana, dan engkau juga akan tahu mengapa Tuhan dinamakan Penguasa Segala Sesuatu dan sumber kehidupan bagi segala sesuatu. Semakin banyak engkau memiliki pengetahuan seperti itu, engkau akan semakin mengerti mengapa Tuhan dinamakan Penguasa Segala Sesuatu. Segala sesuatu dan segala hal, termasuk dirimu, secara terus menerus menerima aliran penyediaan Tuhan yang stabil. Engkau juga akan mampu dengan jelas merasakan di dalam dunia ini, dan di antara umat manusia ini, bahwa tidak ada satu pun yang terpisah dari Tuhan yang memiliki kuasa sedemikian rupa dan esensi seperti itu untuk memerintah, mengelola, dan memelihara keberadaan segala sesuatu. Ketika engkau mencapai pemahaman seperti itu, engkau akan secara sungguh-sungguh mengakui bahwa Tuhan itu adalah Tuhanmu. Ketika engkau mencapai titik ini, engkau akan menerima Tuhan dengan sungguh-sungguh dan membiarkan Dia menjadi Tuhanmu dan Penguasamu. Ketika engkau memiliki pemahaman sedemikian rupa dan hidupmu mencapai titik seperti itu, Tuhan tidak akan mengujimu dan menghakimimu lebih lama lagi, Dia juga tidak akan memberimu tuntutan apa pun, oleh karena engkau memahami Tuhan, mengenal hati-Nya dan telah menerima Dia dengan sungguh-sungguh dalam hatimu. Ini adalah alasan penting untuk menyampaikan bahasan-bahasan tentang kekuasaan dan pengelolaan Tuhan atas segala sesuatu ini. Hal ini untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman lebih kepada orang; bukan hanya untuk membuatmu mengakui, namun juga untuk memberimu pengetahuan dan pemahaman praktis tentang perbuatan-perbuatan Tuhan.



Sumber Artikel dari "Belajar Alkitab"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Akhirnya saya menemukan jalan keluar dari kekeringan rohani(I)

Oleh Endai, Korea Selatan Aku Bertemu dengan Tuhan untuk Pertama Kalinya dan Aku Mengalami Kedamaian dan Sukacita Pada tahun 2010, ak...