17 Des 2019

Di Jalan Menuju Kerajaan Surga, Firman Tuhan Memimpin Saya untuk Mengatasi Pencobaan Iblis (II)

Kesaksian, Kesaksian Kristen, Misteri Alkitab
Pada awal November, Penatua Chen dari gerejaku sekali lagi datang “berkunjung”. Dengan wajah datar, dia berbicara dengan kasar kepadaku, mengatakan, “Begitu banyak orang telah memperingatkanmu agar tidak percaya pada Kilat dari Timur, tetapi engkau tetap tidak mau mendengarkan. Selain itu, engkau mengkhotbahkan ajaran mereka kepada saudara-saudari di gereja kita sendiri. Pelayananmu di gereja sekarang telah dibatalkan. Mulai hari ini, engkau tidak lagi diizinkan untuk menghadiri Perjamuan Kudus, dan tentu saja tidak diizinkan untuk mengkhotbahkan ajaran Kilat dari Timur kepada orang-orang di gereja kita lagi.”
Aku berkata dengan marah, “Yahweh, Tuhan Yesus, dan Tuhan yang Mahakuasa semuanya adalah Tuhan yang sama! Dalam kepercayaanku kepada Tuhan Yang Mahakuasa, aku mengikuti jejak Anak Domba dan aku memberi tahu saudara-saudari kabar baik tentang kedatangan kembali Tuhan. Di mana salahnya? Saudara-saudari adalah domba Tuhan, dan domba-Nya harus kembali kepada-Nya. Bagaimana mungkin engkau, yang melayani sebagai pemimpin di gereja, terus mengurung saudara-saudari di bawah kendalimu sendiri dan tidak membiarkan mereka mendengar suara Tuhan? Apakah itu tidak membuatmu menjadi pelayan yang jahat?” Penatua Chen menolak apa yang aku katakan dan berbicara dengan angkuh kepadaku: “Aku di sini untuk memperingatkanmu. Jika engkau terus bertindberdoaak dengan mengabaikan peringatan kami, maka engkau akan dikeluarkan dari gereja, dan kami akan meminta semua saudara-saudari untuk menjauh darimu dan waspada terhadapmu. Selain itu, ada seorang ibu dan anak perempuan dari gereja terdekat yang mulai percaya pada Tuhan Yang Mahakuasa dan seluruh keluarga mereka telah diusir dari gereja mereka. Aku harap engkau dapat memikirkan suami dan putramu.” Setelah selesai berbicara, dia berbalik dan pergi.
Aku duduk sendirian di ruang duduk dengan kata-kata dari Penatua Chen terus berputar-putar di dalam pikiranku. Mengapa mereka memperlakukanku seperti itu? Aku telah melayani di gereja selama lebih dari 20 tahun, begitu lama sehingga gereja telah lama menjadi seperti rumah bagiku. Sekarang, saudara-saudari yang aku pernah sangat dekat dengan mereka menjadi orang asing bagiku, dan aku harus menghadapi penolakan dan fitnah mereka juga…. Semakin aku memikirkannya, semakin aku merasa kesal, dan hatiku melemah. Dalam rasa sakitku, aku buru-buru berdoa kepada Tuhan, meminta-Nya untuk memberiku iman dan kekuatan. Kemudian, aku membaca firman Tuhan, “Engkau semua harus terjaga dan menunggu setiap saat, dan engkau harus lebih banyak berdoa di hadapan-Ku. Engkau harus mengenali berbagai rencana dan maksud licik Iblis, mengenali roh, mengenali orang, dan dapat membedakan semua jenis orang, persoalan-persoalan dan hal-hal…. Berbagai wajah mengerikan Iblis diperhadapkan kepada engkau semua; apakah engkau berhenti dan mundur, atau apakah engkau berdiri dan berjalan terus, mengandalkan Aku? Singkapkan secara mendalam ciri-ciri rusak dan buruk milik Iblis, jangan terbawa perasaan dan jangan berbelas kasihan! Lawan Iblis sampai mati!” Baru saat itulah aku menyadari bahwa ini adalah tipu daya Iblis yang lain. Dia tahu bahwa aku memiliki persahabatan yang mendalam dengan saudara-saudariku di gereja dan bahwa aku sangat terikat dengan keluargaku, dan karena itu dia menggunakan cara yang tercela seperti gereja mengusirku dan saudara-saudariku menolakku untuk menyerangku, dan dia bahkan menggunakan prospek pengusiran seluruh keluargaku dari gereja untuk memaksaku menyerah menggunakan cara yang benar—Iblis benar-benar jahat dan tercela! Aku memikirkan apa yang dikatakan Tuhan Yesus, “Diberkatilah mereka yang dianiaya karena kebenaran: karena kerajaan surga adalah milik mereka” (Matius 5:10). Sekarang aku akan mengalami penolakan karena mengikuti jejak Tuhan, tetapi ini bukan hanya penderitaan yang harus aku tanggung, tetapi juga suatu berkah. Tidak peduli bagaimana Iblis berusaha menggangguku, aku tahu bahwa aku harus berdiri teguh dalam kesaksianku.
Setelah itu, aku membaca satu bagian dari firman Tuhan, “Orang-orang yang membaca Alkitab di gereja-gereja besar mengutip Alkitab setiap hari, tetapi tidak satu pun yang memahami tujuan pekerjaan Tuhan. Tidak ada seorang pun yang dapat mengenal Tuhan; bahkan, tidak ada seorang pun yang dapat selaras dengan hati Tuhan. Mereka semua tidak berharga, manusia hina, masing-masing meninggikan diri, ingin mengajar Tuhan. Walaupun mereka mengelu-elukan nama Tuhan, mereka dengan sengaja menentang-Nya. Walaupun mereka menyebut diri mereka orang yang percaya kepada Tuhan, merekalah orang-orang yang makan daging manusia dan minum darah manusia. Semua manusia seperti ini adalah setan-Iblis yang menelan jiwa manusia, para penghulu Iblis yang sengaja mengganggu orang-orang yang berusaha melangkah ke jalan yang benar, dan batu sandungan yang menghalangi jalan orang-orang yang mencari Tuhan. Meskipun mereka memiliki “raga yang kuat”, bagaimana pengikut mereka bisa mengetahui bahwa merekalah antikristus yang memimpin manusia menentang Tuhan? Bagaimana mereka bisa tahu bahwa merekalah setan-Iblis hidup yang mencari jiwa-jiwa untuk ditelan?” Firman Tuhan memungkinkan aku untuk melihat warna asli dari pastor dan penatua itu. Meskipun mereka fasih dalam Alkitab, telah mempelajari teologi dan dapat berbicara tentang banyak teori spiritual, mereka tidak memiliki pemahaman tentang kehendak Tuhan dan tidak ada tempat sekecil apa pun untuk Tuhan di dalam hati mereka. Dalam hal masalah penting tentang kedatangan kembali Tuhan yang sangat berkaitan dengan kemampuan orang percaya untuk mendapatkan keselamatan sejati, mereka tidak memiliki rasa hormat dalam hati mereka kepada Tuhan. Meskipun mereka menyaksikan fakta begitu banyak saudara-saudari yang dengan tulus percaya kepada Tuhan dari semua denominasi ditaklukkan oleh firman Tuhan Yang Mahakuasa, mereka terus berpegang teguh pada pemahaman mereka sendiri, dan mereka tidak mencari atau menyelidiki sama sekali. Sebaliknya, mereka membuat penilaian dan penghukuman yang tidak masuk akal, mereka bahkan berusaha mengganggu dan mengacau saudara-saudari dari menginvestigasi ajaran yang benar, dan mereka tidak akan mengizinkan siapa pun untuk memberitakan Injil kepada saudara-saudari di gereja mereka. Aku kemudian memikirkan bagaimana orang-orang Farisi pada zaman Yesus tahu betul bahwa pekerjaan dan firman Tuhan Yesus memiliki otoritas dan kuasa, tetapi mereka menolak untuk mencarinya. Sebaliknya, karena takut bahwa semua umat beriman pada akhirnya akan mengikuti Tuhan Yesus dan bahwa mereka akan kehilangan posisi dan mata pencaharian mereka, dengan berpura-pura melindungi orang-orang percaya, mereka mencegah orang-orang menerima pekerjaan Tuhan Yesus. Apakah para pendeta dan penatua zaman sekarang tidak persis sama? Firman Tuhan yang Mahakuasa semuanya diterbitkan secara online, dan semua orang yang mencintai kebenaran mengenalinya sebagai suara Tuhan saat mereka membacanya, dan mereka menerima serta menaatinya. Jadi, mengapa para pendeta dan penatua tidak menerimanya? Mereka melakukan semua yang mereka bisa untuk menghentikan orang percaya dari menyelidiki ajaran yang benar, mereka melarang kita menyebarkan berita besar tentang kedatangan Tuhan kepada saudara-saudari yang telah begitu merindukan kedatangan-Nya kembali, dan mereka melarang orang-orang percaya mendengarkan suara Tuhan. Dengan melakukan ini, mereka sepenuhnya menelanjangi esensi dari sifat mereka yang membenci kebenaran dan menentang Tuhan, dan mereka tidak ada bedanya dengan orang-orang Farisi yang menentang Tuhan Yesus bertahun-tahun yang lalu. Setelah menyadari hal ini, imanku untuk mengikuti Tuhan semakin diperkuat dan aku membuat resolusi, untuk membuat semua saudara-saudari yang telah ditipu oleh pendeta dan penatua itu mendengar suara Tuhan dan kembali ke hadapan takhta Tuhan.
Meskipun pelayananku di gerejaku kini telah dibatalkan, aku merasa sangat beruntung! Beruntung karena telah lolos dari cengkeraman para gembala palsu, dan telah diangkat di hadapan takhta Tuhan. Sekarang aku melakukan tugasku di Gereja Tuhan Yang Mahakuasa sebaik mungkin dan aku memberitakan Injil kerajaan Tuhan. Aku juga sering menghadiri kebaktian bersama saudara-saudariku, dan kami membicarakan tentang pemahaman kami akan firman Tuhan. Sekarang aku memahami banyak kebenaran, dan rohku merasa lebih kaya dan bersukacita daripada yang pernah kurasakan sebelumnya.
By Xinxin, Malaysia
Tamat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Akhirnya saya menemukan jalan keluar dari kekeringan rohani(I)

Oleh Endai, Korea Selatan Aku Bertemu dengan Tuhan untuk Pertama Kalinya dan Aku Mengalami Kedamaian dan Sukacita Pada tahun 2010, ak...